Baduy Indigenous People's Food Accessibility Through Social Forest Management

Authors

  • Wahyu Kartiko Utami Department of Government Study, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa https://orcid.org/0000-0003-4581-6540
  • Yeby Ma'asan Mayrudin Department of Government Study, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa https://orcid.org/0000-0002-0004-8122
  • Peri Irawan Department of Government Study, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ila Silviana Dewi Department of Government Study, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.37950/ijd.v5i3.453

Keywords:

social forestry, Baduy community, food accessibility, food security

Abstract

Abstract

Food Accessibility of the Baduy community through social forestry can increase the food security of the community, which in turn will also affect the welfare of the Baduy. In this study, food accessibility for the Baduy community is seen through physical accessibility which includes infrastructure and community facilities in fulfilling food security, while economic accessibility looks at the material capabilities of the community in accessing food. This research used a phenomenological approach, in which researchers try to understand the physical and economic accessibility of food through social forestry in promoting food security in the Baduy community. The results showed that the food accessibility of the Baduy community through social forestry was quite good and sufficient, where 124 Baduy farmers were members of the social forestry community group so that they had access to forest management and obtained rights to share the profits from the sale of social forest products. The closeness of the Baduy people to nature makes the Baduy people have a 'good' relationship with nature so that their food needs are fulfilled even though the majority of the people are farmers who have irregular incomes. The sale of social forest products from both short-term and long-term crops helps Baduy farmers meet their basic needs. By selling timber from the social forest, Baduy farmers can get a profit-sharing proportion of around 20-30%. The absence of a market in the Baduy community also does not make it difficult for them to obtain food/food because there are still small traders. The community's access to roads and bridges to food is quite adequate with the river as the Baduy community's main water source.

Keywords: social forestry, Baduy community, food accessibility, food security

 

Abstrak

Aksesibilitas pangan masyarakat Baduy melalui perhutanan sosial dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat masyarakat Baduy dan akhirnya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat Baduy. Dalam penelitian ini, aksesibilitas pangan masyarakat Baduy dilihat melalui aksesibilitas fisik yang meliputi sarana prasarana serta fasilitas masyarakat dalam memenuhi ketahanan pangan, dan aksesibilitas ekonomi yang melihat kemampuan material masyarakat dalam mengakses pangan. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, peneliti mencoba memahami aksesibilitas pangan baik fisik dan ekonomi melalui hutan sosial dalam mendorong ketahanan pangan pada masyarakat Baduy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pangan masyarakat Baduy melalui perhutanan sosial cukup baik dan memadai, tercatat sebanyak 124 petani Baduy yang tergabung dalam kelompok paguyuban perhutanan sosial sehingga membuat mereka memiliki akses dalam pengelolaan hutan serta mendapatkan hak untuk bagi hasil penjualan hasil hutan hutan sosial. Lekatnya masyarakat Baduy dengan alam membuat masyarakat Baduy memiliki hubungan ‘baik’ dengan alam sehingga masyarakat tercukupi kebutuhan pangannya meski mayoritas masyarakat merupakan petani yang memiliki pendapatan tidak tetap. Penjualan hasil hutan sosial baik dari tanaman jangka pendek dan tanaman jangka panjang senyatanya membantu petani Baduy dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka. Dengan penjualan kayu hasil hutan sosial, petani Baduy bisa mendapatkan proporsi bagi hasil sekitar 20-30%. Ketiadaan pasar dalam masyarakat Baduy juga tidak menyulitkan mereka mendapatkan bahan pangan atau pangan karena masih ada pedagang-pedagang kecil. Sedangkan akses masyarakat akan jalan dan jembatan menuju pangan cukup memadai dengan sungai sebagai sumber air utama masyarakat Baduy.

Kata kunci: hutan sosial, masyarakat baduy, aksesibilitas pangan, ketahanan pangan

References

Ayun, Q., Kurniawan, S., & Saputro, W. A. (2020). Perkembangan konversi lahan pertanian di bagian negara agraris. Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika Dan Subtropika, 5(2), 38–44.

Arikunto S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cetakan ke-11. Jakarta: PT Rineka Cipta

Badan Pangan Nasional. Indeks Ketahanan Pangan 2022.

[BPS] Badan Pusat Nasional Indonesia. 2022. Pertanian di Indonesia

[BPS Provinsi Banten] Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. 2023. Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Banten

Chaireni, R., Agustanto, D., Wahyu, R. A., & Nainggolan, P. (2020). Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Jurnal Kependudukan Dan Pembangunan Lingkungan, 1(2), 70–79.

Hanafie, Rita. 2010. Penyediaan Pangan Yang Aman Dan Berkelanjutan Guna Mendukung Tercapainya Ketahanan Pangan, J-SEP Vol 4 No. 3 November

Hasil Wawancara dengan Jairo Saija selaku Kepala Desa Baduy di Desa Kanekes pada 25 Mei 2023

Hasil Wawancara dengan Otang selaku Staf Perhutani Provinsi Banten pada 11 Agustus 2023

Hasil Wawancara dengan Amir selaku Petani Baduy dan Anggota Kelompok Perhutanan Sosial pada 22 Juni dan 12 Agustus 2023

Hasil Wawancara dengan Wawan selaku selaku Ketua Bidang PSDH Perhutani Provinsi Banten pada 21 Juni 2023

Iskandar, Johan dan Iskandar, Budiawati Supangkat. 2017. Kearifan Lokal Orang Baduy dalam Konservasi Padi dengan Ssitem Leuit. Jurnal Biodjati, 2 (1) 2017

Kartika, Adhitya Widya. 2018. Eksistensi Keadilan dalam Konstitusi Terhadap Hutan dan Lingkungan. VeJ Volume 4 Nomor 1, hal.180-200

Kementerian Pertanian. Indeks Ketahanan Pangan 2020

Khomsan, Ali dan Wigna, Winati. 2009. Sosio-Budaya Pangan Suku Baduy. Jurnal Gizi dan Pangan, Juli 2009 4 (2): 63-71

Murti, Hani Afnita. 2018. Perhutanan Sosial bagi Akses Keadilan Masyarakat dan Pengurangan Kemiskinan. Jurnal Analisis Kebijakan Vol.2 No.2 Tahun 2018

Nopianti, R. (2017). Implementasi Aturan Adat Terhadap Pengelolaan Lingkungan: Dampaknya Terhadap Perubahan Sosial Pada Komunitas Adat Kasepuhan Cisitu. Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah Dan Budaya., 18(1), 99–116.

Pangan, D. K. (2006). Kebijakan Umum Ketahanan Pangan 2006–2009. Jurnal Gizi Dan Pangan, 1(1), 57–63.

Pertiwi, C. A. (2021). Komoditas Unggulan Tanaman Pangan Di Kecamatan Wilayah Kabupaten Ciamis. Universitas Siliwangi.

Prihatin, S. D., Hariadi, S. S., & Mudiyono, M. (2012). Ancaman Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani. CIVIS: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(2).

Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan. Indeks Ketahanan Pangan 2021. Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian

Simanjuntak, A. H., & Erwinsyah, R. G. (2020). Kesejahteraan petani dan ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19: telaah kritis terhadap rencana megaproyek lumbung pangan nasional Indonesia. Sosio Informa, 6(2), 184–204.

Suratha, I. K. (2015). Krisis petani berdampak pada ketahanan pangan di Indonesia. Media Komunikasi Geografi, 16(1).

Senoaji, Gunggung. 2010. Masyarakat Baduy, Hutan dan Lingkungan. Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol.17 No.2 Juli 2010:113-123

Sukandar, Dadang dan Mudjajanto, Eddy S. 2009. Kebiasaan dan Konsumsi Pangan Suku Baduy. Jurnal Gizi dan Pangan, Juli 2009 4 (2): 51-62

Suryana, Achmad, dkk (ed. Sunyoto Usman). 2004. Politik Pangan. Yogyakarta: Center for Indonesian Research and Development (CIReD)

Suryana, Ahmad. 2008. Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan, dan Swasembada Beras. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Syam, Waridat Ilahiyat, Iskandar AM, dan Gusti Eva Tavita. 2020. Kearifan Lokal Suku Baduy dalam Pemanfaatan Madu sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Jurnal Hutan Lestari (2020) Vol.8 (4): 721-729

Yulia, Rena, dkk. Leuit Baduy: A Food Security in Baduy Customary Law. Jurnal Mimbar Vol. 34 No.2 (December) 2018 pp.265-273

Downloads

Published

2023-09-30

Issue

Section

Articles