The Discourse of Animal welfare: A Case Study of JAAN (Jakarta Animal Aid Network) in Handling the Traveling Dolphins Circus
DOI:
https://doi.org/10.37950/ijd.v3i3.109Keywords:
animal welfare, dolphins, equality, ethics, governance.Abstract
Abstract Â
Animal welfare discourse in Indonesia is rarely published on various media platforms so that public knowledge about Animal welfare is still very lacking. This study makes a case for. socio-environmental justice pf all sentient being. The study argues for the interconnectedness of socio-environmental issue with the conundrum of political aspects in, in terms of the welfare of dolphins. The study contributes to intellectual discourse on governance. Qualitative approach was chosen with respect to testing out ‘equality utilitarianism ethics to use Peter Singer’s phrase. The study indicates that the greater understanding of utilitarianism has motivated Jakarta Animal Aid Network concerning dolphins welfare, The understanding shapes awareness and public education. It then influences  Indonesian government decision  to stop the traveling dolphins circus that often raises socio-environmental issues especially for those who care about the rights of all sentient being.
Keywords :Â animal welfare, dolphins, equality, ethics, governance.
Â
Â
Â
Abstrak
Wacana kesejahteraan hewan di Indonesia jarang dipublikasikan di berbagai platform media sehingga pengetahuan masyarakat tentang kesejahteraan hewan masih sangat kurang. Studi ini membuat kasus untuk. keadilan sosial-lingkungan pf semua makhluk hidup. Studi ini berpendapat untuk keterkaitan masalah sosial-lingkungan dengan teka-teki aspek politik, dalam hal kesejahteraan lumba-lumba. Studi ini berkontribusi pada wacana intelektual tentang pemerintahan. Pendekatan kualitatif dipilih sehubungan dengan menguji 'etika utilitarianisme kesetaraan untuk menggunakan frasa Peter Singer. Studi ini menunjukkan bahwa pemahaman yang lebih besar tentang utilitarianisme telah memotivasi Jaringan Bantuan Satwa Jakarta tentang kesejahteraan lumba-lumba. Pemahaman tersebut membentuk kesadaran dan pendidikan publik. Hal ini kemudian mempengaruhi keputusan pemerintah Indonesia untuk menghentikan sirkus lumba-lumba keliling yang kerap menimbulkan masalah sosial-lingkungan terutama bagi mereka yang peduli terhadap hak-hak seluruh makhluk hidup.
Â
Kata Kunci :Â kesejahteraan hewan, lumba-lumba, kesetaraan, etika, pemerintahan.
References
Agustina, K. K. (2017). Kesejahteraan Hewan “ Animal Welfare .†Kesejahteraan Hewan “Animal Welfare†Keseja, 1–53.
Bousfield, B., & Brown, R. (2010). Animal Welfare. Veterinary Bulletin - Agriculture, Fisheries and Conservation Departement Newsletter, 1(4), 1–12.
Carter, N. (1982). Effects of psycho-physiological stress on captive dolphins. Int J Stud Anim Prob, 3(3), 193–198.
Fanny, V., Redi, A., Dari, D., Penempatan, T., & Atraksi, D. A. N. (2013). Perlindungan Lumba-Lumba Sebagai Satwa Langka Yang Dilindungi Dari Tindakan Penempatan Dan Atraksi Hiburan Yang Tidak Sesuai. 1–26.
Gorgulho, J., Tavares, J., Páscoa, C., & Tribolet, J. (2015). Governance: Decision-making Model and Cycle. Procedia Computer Science, 64, 578–585. https://doi.org/10.1016/j.procs.2015.08.569
Government Regulation of the Republic of Indonesia. (2012). Number 95 Year of 2012. Veterinary Public Health and Animal Welfare.
Hadi, D. W. (2020). Pengaturan Peragaan Keliling Satwa Dilindungi Jenis Lumba-Lumba. Pejabat Pengelola Informasi Dan Dokumentasi KLHK.
Hargrove, E. C. (1992). The Animal Rights/Environmental Ethics Debate: The Environmental Perspective. State University of New York Press. https://books.google.co.id/books?id=8G4iDy1a0FcC&pg=PR25&lpg=PR25&dq=Regan,+T.+and+P.+Singer,+eds.+Animal+Rights+and+Human+Obligations.+(Englewood+Cliffs,+NJ:+Prentice+Hall,+1989)&source=bl&ots=3EDY17JNGm&sig=ACfU3U0RMYP91p2PmZcENCM5mKKuJwOrLQ&hl=en&sa=X&
JAAN. (2021). About Jakarta Animal Aid Network.
Riswanda. (2021). The Emerging Trends and Issues in Contemporary Social and Public Policy: ‘Systemic thinking and practice’, Contemporary Issues and Trends in Social Sicences, in the Era of Internet of Things. UIN Bandung.
Singer, P. (1999). Practical Ethics 2nd edition.
Singer, P. (2009). Animal Liberation: The Definitive Classic of the Animal Movement.
Smarasanta, B. M. (2018). Penegakan Hukum Terhadap Satwa yang Dilindungi dalam Tidak Pidana Memelihara Lumba-Lumba Untuk Pertunjukan Dihubungkan Dengan Asas Kepastian Hukum. Universitas Pasundan.
Sola, E. (2019). DECISION MAKING: Sebuah Telaah Awal. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 2(2), 208. https://doi.org/10.24252/idaarah.v2i2.7004
Widianingsih, I., Riswanda, R., & Paskarina, C. (2020). Governing Water, Engaging Community: Indonesian Water Security Roadmap. Journal of Governance, 5(2). https://doi.org/10.31506/jog.v5i2.9301
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with International Journal of Demos (IJD) agree to the following Open Access terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution- 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
